Puisi bangsat
Bangsat
Katanya kau kawan ku
Rupanya kau lawan ku,
Ku pikir kau saudara ku
Eh... Eh... Eh...
Ternyata kau menikamku.
Mengapa begitu teganya kau terhadap ku kawan!
Mengapa... Mengapa... Mengapa...?
Mengapa kau tidak begitu bersahabat sampai engkau tega berbuat seperti orang yang tidak mempunyai hati nurani melainkan memiliki hati yang berlapis besi!
Tidak kah kau ingat kawan masa-masa saat itu,
Saat aku, kau, dan mereka menjadi kita!
Berkumpul bersama...
Tertawa bersama...
Sakit bersama...
Sedih pun kita tetap bersama kawan.
Ternyata Itu hanya waktu itu saja kawan,
waktu dimana aku tidak sadar ternyata di balik kebaikan tersimpan kebusukan, dan kebusukan di topengi harumnya baground-baground kebiru-biruan yang entah itu belau dri cucian emak-emak di rumah.
sampai akhirnya aku sadar ternyata harumnya itu adalah harum dari kotoran oknum-oknum birokrasi yang selalu kalian jilat dan tampung demi kepentingan kalian sendiri, tanpa memikirkan kepetingan bersama.
Jika aku di beri pilihan satu kata untuk mu kawan,
aku memilih BANGSAT untuk mu kawan!!!
*M.M
Komentar
Posting Komentar