Puisi opi

Jeruji Besi

Ini Puisi yang isinya bukan Puisi,
hanya muntahan hati akibat penuh kebusukan dan kemunafikan Serigala berbulu domba.
Ikhlaskanlah jika kami kiri, sebab itu pilihan kami sebab kami bukan penghianat yang merampas hak atas orang lain yang menjilat mahluk-mahluk polos seperti anda sehingga lupa sejarah menyedihkan, memalukan dan memuakkan yang pernah terjadi diantara kita.
Hingga akhirnya ibu-ibu kita kini telah mati menahan sakit atas basahnya tubuhmu oleh jilatan para penghianat yang telah meledakkan hati nurani dan norma-norma sakral kita.
Kami hanya bisa memandang dan meratapi duka dibalik jeruji baja tanpa memberi kesempatan membelai rambut ibu kita, mencium keningnya, mencium pipinya dan menghantarkannya ketempat menyedihkan itu di bumi ini.
Dimana yang namanya hati nurani? ketika kalian sibuk bermandikan air liur para penghianat itu? Tertawa giranglah adik-adikku yang basah oleh ludah para penghianat, maafkan kami jika kami memilih ini.
sebab pilihan kami bukan tanpa alasan.


Medan. Minggu, 16 Desember 2018.

Komentar

Postingan Populer