KEKACAUAN PIKIRAN

Malam ini dengan gundah di hati sambil di iringi musik RnB, tapi tetap saja pikiran ini selalu ingin berontak. Berontak demi satu tujuan yaitu hak kebebasan, kebebasan yang tertunda hanya karna keterikatan antara manusia.
Ingin teriak sepuas-puasnya agar gundah itu bisa lenyap dan menghilang, tapi selalu kalah dengan pikiran itu sendiri.
Orang-orang selalu melepaskan gundah mereka dengan mencoba menceritakan kepada orang terdekatnya.
Tapi sampai saat ini rasa ingin menceritakan kegundahan itu tidak pernah tersampaikan.

Sebelum kematian ibunda tercinta, ia selalu menceritakan segala kejadian dan perjalanan yang ia lakukan kepada ibundanya.
Tapi semua itu tidak berjalan begitu lama, hanya beberapa bulan saja ibunda tercinta sudah tiada.
Rasa percaya dan tidak percaya telah hinggap di kepalanya, kepergian ibunda tercinta itu menjadikan ia pribadi yang tertutup dan tidak mempercayai siapapun.
Sudah beberapa kali mencoba untuk dekat dengan wanita untuk sebagai pengganti ibunda untuk sekedar bercerita, namun satu dari sepuluh tidak ada yang cocok berada di jalan pikirannya.
Kepergian ibundanya itu membuatnya sangat terpukul, di mana ia tidak bisa untuk hadir bahkan sampai di hari pemakaman sang ibunda.
Ia begitu iri bahkan sangat iri kepada saudara/i nya sendiri  bukan iri berdasarkan kasih sayang yang di berikan kepada saudara/i nya itu, melainkan ia iri ketika melihat foto saudara/i nya itu berdampingan dengan sang ibunda.
Setiap ia melihat foto-foto mereka ia merasa sangat menyesal, ia sangat menyesal selain permintaan maaf yang ia belum sempat katakan ia juga tidak pernah berfoto berdua bersama ibunda di masa hidupnya.
Hal-hal itu yang membuat ia sangat merindukan ibundanya, meskipun ibunda sudah tiada tapi menurutnya ibunda memang sudah tiada dari segi fisik tapi dari segi hati ibunda tercinta akan selalu ada di hatinya.

Komentar

Postingan Populer