Cerita "tertunda"
Hari minggu di mulai dengan sebatang sempurna Sudah lengkap lah hidup ini menurut si taker, dia memulai dengan cerita yang selalu di putar-putar oleh para masluh. Tentang pembagian remisi yang tidak setara dan merata yang selalu menyudutkan para masluh yang tidak memiliki uang yang cukup untuk mendapatkannya.
Aku sendiri tau bahwasanya remisi itu adalah hak yang memang harus di dapatkan para narapidana, selain remisi hak untuk mendapatkannya pelayanan bantuan hukum gratis juga tersedia buat mereka yang masih status tahanan. Namun si taker melihat bahwa semua itu adalah hanya untuk pencitraan semata dari mereka yang katanya bisa memberikan keadilan bagi para tahanan yang membutuhkan pendamping dalam proses hukum.
Si taker pernah menanyakan tentang bagaimana proses kelanjutan dari pengurusan pembebasan bersyaratnya kepada salah satu koordinator di bagian bantuan hukum. Tetapi ada juga beberapa pihak mengatakan bahwa itu semua hanyalah menunggu di mana mereka yang memilki uang yang banyak maka akan mendapatkannya pelayanan yang layak. Dengan keadaan yang minim dan perjalanan yang di hadapinya si taker mulai resah dan bingung kepada siapa dia akan menceritakan itu semua. Jika mengadu kepada keluarga, sitaker berfikir itu akan menambah beban di keluarganya. Si taker yang hanya memiliki teman di kota medan ini dan tanpa memilki keluarga membuat dia menjadi berfikir lebih ekstra lagi agar bisa mewujudkan pembebasan bersyaratnya itu. Saya jadi mengerti bahwa di manapun itu yang masih lembaga pemerintah yang di isi oleh para aparat semuanya itu bisa berjalan memang harus menggunakan upeti.
Kita harus membayar agar mengetahui nasib kita, kita harus membayar agar kita dapat hak-hak kita, Dan kita harus membayar agar kita bisa Tidur dengan nyenyak yang hanya beralaskan pakaian-pakain lusuh kita.
Kedingin yang kadang membuat ngilu tulang punggung, yang disertai dengan batuk yang begitu Gatal di tenggorokan.
Namun memang benar “semua itu adalah proses dan bagaimana kita bisa mengalahkan proses itu sehingga bisa bertahan sampai kepada titik akhir dari proses itu”. Ingat semua itu bisa tercapai ketika niat dan kegigihan dari diri kita sendiri dan berani untuk mencoba hal-hal yang baru. Jika kita pernah mendengar Kata Gagal jadi yang harus kita ingat itu “kegagalan hanyalah bagi mereka yang hanya bermalas-malasan saja”.
*m.m
Komentar
Posting Komentar